Senin, 24 Februari 2014

THROWBACK !!!


Haiiii udah lama ga mampir ke sini. Kali ini aku mau nyampah lagi ahhhhh.  Terlalu banyak sebenernya yang pengen aku tulis sampe bingung dan ujung-ujungnya ga jadi nulis hahaha. Hari ini aku mau throwback ala anak-anak gawul gitu J

Its about five months ago….

My birthday!!! Yihaaaaa!!!

Kayaknya sudah pernah aku tulis ya di sini perihal ulang tahunku. Ya tentang perayaan geje dari sahabat-sahabat gejeku. Tapi sekarang aku mau membahas (membahas (?)--“) tentang kado yang mereka kasih ke akuuuuuuu. Yey yeyeyy. Ya kali ini mereka ngasih kado yang unpredictable banget, tidak bisa di tebak, di luar nalar dan logika manusia pada umumnya (oke ga sampe segitunya). Langsung aja ini yang meraka kasih ke aku sebagai tanda akhir usia kepala satuku :’’’) hiks ( aku semakin tua).


 





Waaaaw AMAZING banget kan. Sebuah STETHOSCOPE dan SPHYGMOMANOMETER. Aku aja sampe shock dan tidak sadarkan diri beberapa menit saat membuka kado ini hahahaha. Awalnya mereka bilang kado ini ga bisa di paketin karena akan meledak dan lain sebagainya. Sebagai orang yang beriman tentu aku ga gampang percaya dengan akal buluus mereka muahahaha. Dan pada akhirnya entah hukum alam semesta apa yang bekerja, secara kebetulan ibu dari salah satu sahabaku itu ada yang akan ke medan. Singkat cerita sampailah kado istimewa itu ke tanganku diantar langsung sama ibu nya sahabatku itu :D

Ini kado paling AWESOME yang aku dapat dari mereka. Ya bukan berarti kado yang dulu-dulu ga awesome juga sih. Tapi kado ini pertanda bahwa kami telah sama-sama tumbuh menjadi orang yang berpikiran lebih matang dan dewasa (cieee gaya lu mel). Ga ada lagi kado buku diary, boneka, botol-botolan, bingkai foto, atau hand made-hand made tan yang buatnya bisa sampai ga tidur semalaman. Kini kami mengerti untuk member kado yang jauh lebih berguna yang lebih bermanfaat lebih di butuhkan.

Dari setiap kado yang aku terima dari kalian, memberikan cerita yang berbeda-beda, memberikan kesan yang berbeda-beda, mereka seolah menjadi saksi bisu dari perjalan panjang pertemanan kita hingga saat ini. Saat kita hanya tau ulang tahun hanya sebatas surprise dengan tepung dan telur sampai akhirnya kita mengerti bahwa  ulang tahun adalah waktu kita untuk melihat siapa diri kita sekarang dan mulai menghitung tentang  berapa banyak waktu lagi yang tersisa untuk kita bisa mewujudkan mimpi-mimpi kita.

And you know guys,
To be honest,
the best gifts that I ever got is YOU.

My crazy friends!!!

Selasa, 31 Desember 2013

Saat Akidahku Berbicara :)





Haihaihai kemarin sempet heboh banget kan masalah ucapan mengenai hari natal. Banyak sekali social media yang “berbicara”. Yang paling aku ingat sih, ada yang menyamakan ucapan selamat natal dengan ucapan dua kalimat syahadat. Menurutku sih itu dua konteks yang berbeda, jika alasannya karena itu mungkin kurang tepat. Bukan aku bermaksud menggurui, bukan aku merasa paling tau, bukan aku merasa paling dekat dengan Allah SWT, aku hanya ingin sekedar berbagi cerita, ya sedikit cerita singkat. Oh ya I’m a moeslimah……

A (Kristiani)  : Eh kemaren di sosmed pada heboh ya tentang ucapan selamat 
natal, pantas kamu ga ngucapin ke aku, ternyata agamamu melarangnya.
B (Muslimah) : Ah masak heboh aku ga tau (pura-pura ga tau lebih tepatnya),
 tentang masalah itu kamu ga tersinggung kan?
A                     : Tersinggung? Ya enggaklah, ngapain juga tersinggung coba. Dari beberapa yang aku baca di sosmed sih, katanya itu semua sudah di atur dalam kitabmu kan, aku rasa kalo kita semua berpegang teguh sama iman dan kitab masing-masing hidup ini akan damai, ya gak?
B                 : Iya memang semuanya itu ada di dalam kitabku. Tapi bukan bearti kami ga punya toleransi loh.
A                     : Yaelah aku ngerti kalik. Emang toleransi cuma sebatas ucapan doang. Lagian 
 aku lebih suka orang yang berbedakeyakinan ga ngucapin selamat kok, toh mereka ga ngerti juga kan makna dari ucapan itu, yang ngucapin paling cuma sekedar formalitas dan basa-basi doang padahal bagi kami ucapan selamat natal itu bermakna jauh lebih dari sekedar kata-kata.
B                     : “…………….” (aku hanya tersenyum, itulah toleransi kami, tidak ikut campur dengan urusan yang kami tidak mengerti.)
A                    : Ya udahlah ya ga usah di pikirin, mending aku traktir, natal kemaren aku dapet banyak angpau ni.
B                     : Waaaw cair gilak ni, traktir yang agak elite ya
A                     : Boleh, b2 panggang yaaa hahahaha

Aku hanya ikut tertawa saja sambil menoyor kepalanya. Begitulah sepotong percakapan aku dengan seorang teman kristianiku. Bukan aku yang memulai percakapan itu, tapi dia. Bukan aku juga yang menjelaskan alasan mengenai “ucapan natal” itu, tapi dia. Bukan aku yang lebih mengerti, tapi dia. Sesederhana itu pikiran mereka, hanya kita saja yang “terlalu takut” dianggap tidak punya toleransi.  Padahal semuanya akan baik-baik saja saat toleransi dan akidah tidak di bolak-balik.