Minggu, 05 Desember 2010

Irfan Bachdim is a selebriti now





Dulu nama Irfan Bachdim hanya terdengar di kalangan pecinta sepak bola saja. Tapi, beberapa minggu ini nama Irfan Bachdim meroket bak selebriti. Cewek ABG yang alergi bola pun kini tergila-gila padanya. Penampilannya di pertandingan pertama Indonesia di Piala AFF 2010 melawan Malaysia hari rabu lalu menyedot banyak perhatian publik, apalagi tampangnya yang cakep menambah karisma dari Irfan Bachdim. Siapa sih "makhluk cakep" ini sebenernya?

Irfan Bachdim (lahir di Amsterdam, 11 Agustus 1988; umur 22 tahun) merupakan pemain sepak bola Indonesia keturunan Belanda, ia adalah pemain hasil naturalisasi yang dilakukan oleh PSSI bersama dengan Christian Gonzalez agar dapat memperkuat timnas Indonesia. Saat ini ia memperkuat Persema Malang di Liga Super Indonesia. Ia direkrut Pelatih Persema Timo Scheunemann bersama Kim Jefri Kurniawan. Pelatih Persema Malang itu tertarik ketika Irfan dan pemain muda berbakat Indonesia lainnya bermain di laga amal untuk tokoh sepakbola Lucky Acub Zaenaldi Stadion Gajayana, Malang. Sebelum memperkuat Persema Malang, Irfan Bachdim pernah bermain untuk Ajax Amsterdam Junior, SV Argon, HFC Haarlem, dan FC Utrect di Belanda. Irfan juga sempat hampir membela tim sepak bola U-23 Indonesia di Asian Games 2006 - Qatar. Sayang, dia harus absen dari turnamen tersebut karena menderita cedera. Pada Bulan Juli 2009 dia ditransfer tanpa biaya ke klub HFC Haarlem.

Dalam bermain ia bisa menempati berbagai posisi, ia dapat menempati posisi striker, gelandang maupun sayap. Irfan mengikuti jejak ayahnya, Noval Bachdim yang sebagai pemain Persema Malang di era 80-an. Keluarga besar dari ayahnya kini masih tinggal di Lawang, Kabupaten Malang. Irfan saat ini tergabung dalam timnas Indonesia asuhan Alfred Riedl untuk Piala AFF 2010. Debut pertama bersama timnas Indonesia ia awali ketika timnas menang 6-0 di laga persahabatan melawan Timor Leste, di Palembang pada 21 November 2010.

Daaan, saat melawan Malaysia dan Laos, Irfan Bachdim juga menyumbang satu gol cantik untuk Indonesia. Ehmmm, sosoknya pun semakin di kenal oleh khalayak banyak. Tapi, buat para cewek yang ngebet banget sama Irfan Bachdim kayaknya harus mundur teratur deh. Kenapa? Karena Irfan SUDAH PUNYA PACAR. Siapakah gadis beruntung itu?

Dia adalah Jennifer Yasmin Kurniawan, seorang model berdarah campuran Semarang dan Jerman, yang kini menjadi model Jerman. Jennifer merupakan kakak kandung dari Kim Jeffrey Kurniawan rekan satu tim dari Irfan sendiri. Jennifer mengakui bahwa ia jatuh cinta pada pandangan pertama. Mereka resmi pacaran pada 8 Agustus 2010. Jennifer mengaku akan datang ke Indonesia dan menjadi model di sini.

Naaah loo, Jennifer kayaknya takut deh Irfan bakal "di keroyok" sama cewek-cewek Indonesia. Secara sekarang Irfan Bachdim bukan seorang pemain sepak bola biasa, melainkan menjadi sosok selebriti baru di tanah air.

Selasa, 30 November 2010

Bongkahan Es

Hari ini aku sudah selesai presentasi BUGEMM. Hari sabtu kan critanya aku sudah dapet ACC dan rekomendasi dengan penuh perjuangan, ternyata untuk persentasi pun juga penuh dengan perjuangan. "Hidup tiada mungkin tanpa perjuangan, tanpa pengorbanan, mulia adanya : dikutip dari sebuah lagu". Sebenernya persentasi BUGEMM sudah di mulai sejak hari senin, 29 November 2010. Tapi, karena satu dan lain hal, persentasi ku harus di mundurkan hingga hari Selasa, 30 November 2010. Padahal dari pagi aku sudah siap untuk persentasi di hari senin itu. Slide BUGEMM sudah aku persiapkan, materi BUGEMM nya juga sudah aku baca berkali-kali. Tapiii, gara-gara kelompokku nggak kebagian ruangan, kami terpaksa menunggu kelompok lain yang persentasinya sudah selesai. Dari jam tujuh pagi aku cuma celingukan di sekolah. Sampe akhirnya masuk ke salah satu kelas untuk dengerin persentasinya kelompok lain. Satu demi satu siswa maju untuk mempersentasikan BUGEMM nya. Apakah aku menyimak? Hahha tentu tidak. Aku sibuk dengan novel pinjamanku. Lembar demi lembar aku baca untuk menghilangkan kebosanan. Entah sampai kapan aku harus "terjebak" di sini, mendengarkan paparan siswa yang berapi-api ini! Guru pengujiku sendiri nggak tau di mana sekarang. Jadi intinya aku menunggu tanpa kepastian.
Bosan dengan novelku, aku mulai mengamati siswa yang sedang bercuap-cuap di depan kelas. Beberapa kali aku melihat mereka menelan ludah karena tenggorokannya kering akibat berceloteh ria dengan suara keras di depan kelas. Ada juga yang menyapu keringat yang mulai bercucuran di wajah mereka dengan punggung tangan mereka. Terkadang aku kasihan melihat mereka dijejali pertanyaan oleh siswa lain sampe-sampe wajah mereka pucat. Yayaya, aku tahu betapa nervous nya mereka di depan sana, toh aku juga pernah merasakannya. Tetapi wajah pucat mereka akan segera berubah menjadi wajah sumringah nan segar, ketika persentasi mereka usai dan mereka kembali ke tempat duduk. Aku sempat menangkap, beberapa siswa menarik napas dalam-dalam. LEGA! Iri aku melihat wajah-wajah yang sudah berseri-seri karena telah selesai persentasi. Sedangkan aku, masih setia menunggu pengujiku untuk persentasi dengan perasaan dag dig dug. Aku yakin jika sudah persentasi, perasaanku pasti juga akan lebih baik dan LEGA.
Akhirnya oh akhirnya, pengujiku datang dan kami mulai persentasi pukul 2 siang. Ya benar pukuk 2 SIANG. Aku hampir jamuran nunggu dari jam 7 pagi, tapi untunglah nasib ku tidak lontang-lantung lagi. Ternyata kegelisahanku karena belum juga persentasi masih terus berlanjut. Di kelompokku hanya 3 siswa yang sempat persentasi sebelum bel pulang berbunyi. Daripada kami harus tetap lanjut sampe jam 5, lebih baik di lanjutkan besok nya kan!
Daaaaaaaan. Taraaaaa. Hari selasa, 31 November 2010. Aku sudah lebih siap untuk persentasi. Setelah menunggu dan menunggu akhirnya giliran ku tiba. Aku maju ke depan, dan bercuap-cuap sesuai dengan isi BUGEMM ku. Keringat mulai membasahi sebagian wajahku, huhu nervous juga ternyata aku. hhahahah :D Setelah beberapa pertanyaan dan kritikan dari penguji aku menutup persentasiku dengan salam. HAAAH, aku menghembuskan napas kuat-kuat untuk mengeluarkan beban di rongga dada ku. Lalu aku kembali ketempat duduk dengan tenamg.
Lantas lega kah perasaan ku? Emmm, setelah mendeteksi perasaan yang begitu dalam (haha lebay) aku..... tidak merasa lega. Kegelisahanku selama berhari-hari karena menanti BUGEMM ini, ternyata belum sirna walaupun aku sudah persentasi di depan kelas. Tidak ada perasaan lega, senang, ataupun puas. Rasanya masih ada bongkahan es yang membeku di dalam dada dan otakku yang masih membuatku sesak.
Bongkahan es apakah itu? Yayay, tidak lain tidak bukan adalah US alias Ulangan Semester!!!
Huuuuuhh :( I will waiting four you US hahha :*