Minggu, 17 Oktober 2010

SUPERMAN + 4 CORET = :*

Awalnya lagi nonton film sendirian, My Girl Friend is Gumiho, eh kasetnya malah macet. Episode 12 macet. KESEL!!!. Tapi tiba-tiba jadi inget temen “lama”. Najla, Tami, Maya, Triani, temen nonton bareng waktu di asrama. Kalo kaset macet dikit, langsung teriak sana-teriak sini, sampe penghuni kamar yang lain marah. Hhahaha. Kalo ngomongin mereka nggak lengkap rasanya kalo nggak dikaitkan dengan sepuluh F. Ya, walupun sekarang kita sudah nggak sama-sama lagi, atau kalo kata Ayu ni sudah basi sepuluh F tuh, yang baru IA 4. Memang perlu diakui kalo sepuluh F adalah bagian dari masa lalu (cieee), tapi kebersamaan kita terlalu susah untuk di lupakan begitu saja. Mungkin karena dulu kita di asrama ya, kita makan bareng smpe di bilang sama yang lain kita nggak mau berbaur, tapi kita masih bertahan, kita gossip sama-sama, deliveri, dan curhat-curhatan gitu deh. Inget nggak, kita pernah nyebutin nama serchingan kita masing-masing, smpe skrang semua rahasia itu masih terjaga dengan baik. Belum lagi kisah cintanya Vaya dengan Nico (ups maaf!), kita tahu proses penembakkan smpe ke detail-detailnya. Terlalu banyak kenangan yang kita lewati kawan! Yang sedih, seneng, susah, pokonya banyak lah. Walaupun sekarang aku sendiri sadar, bahwa aku sudah menjadi bagian dari IA 4, kelas yang nggak bisa di bilang ngebosenin. Smua anak di IA 4 bisa di bilang nggak ada yang zonk. Berbanding terbalik dengan sepuluh F, yang bener-bener waras tuh bisa dihitung pakek jari. Hahaha. Tapi itulah yang menjadikan semuanya berkesan. Kita berusaha untuk bisa melewati segala hal, dengan segala keterbatasan yang kita miliki.

Aku inget nih, waktu mau PPH kita smua ribut habis-habisan, saling tuding, saling nyalahin, tangis-tangisan pokonya ricuh banget. Nggak mau nyebut merek ah siapa yang nangis!! Tapi, kalo diinget-inget sekarang kok jatohnya malah lucu ya. Oh ia, ada satu masalah besar yang kita temui pas mau pph, nggak ada yang bisa MD, masalah band, nggak ada yang bisa main drum. Aduh, ini kelas isinya orang atau bukan sih JDaaaan pada saat inilah nama SUPERMAN itu terbentuk, entah dari mana asalnya. Akhirnya terjadilah hal yang menurut aku paling memalukan sepanjang sejarah hidupku. Kita joget-joget nggak jelas di atas panggung, MD tanpa guru dengan gerakan yang amat sederhana, dan band tanpa seorang drummer. Adakah yang lebih alay dari sikap kita waktu penampilan band? J . (kalo ada, kirim di comment ya!) Lantas kecewakah kita saat itu? Nggak sama sekali.

Ada satu bagian penting nih yang amat disayangkan kalo kita nggak mengingatnya. Saat Moli mau di lempar kursi sama Daniel. Hahahhahhaa. Sumpah serem nian. Muka Daniel udah merah gitu karena marah, dan yang moli mukanya juga merah tapi bukan karena marah, karena takut setengah mati. Anak-anak yang cowok pada sibuk nenangin Daniel, dan yang cewek nih, ikhlas gak ikhlas ya nenangin moli deh. Untung tuh kursi nggak jadi di lempar, kalo jadi? Ehmm, mungkin moli tinggal nama. J

Oh ya, masalah lomba daur ulang, kita juga kayak kebakaran jenggot, masalahnya di kelas ini nggak ada yang kreatif. Lagi-lagi kita harus susah payah melewati bagian ini. Nyari ide ke sana kemari. Akhirnya taraaa, jadilah rak sepatu dari kaleng yang penyok sana sini, rak buku, yang entah bagaimana kok miring ya?! dan palang dari teh poci yang kalo ditanya orang “itu apaan”, kita juga agak susah jawabnya. Dengan tiga benda aneh itu, kita sudah bisa menebak nggak bakal menang, tapi dengan segala kenarsisan, kita sudah pilih siapa orang yang bakal maju ke aula untuk mempersentasikan alat itu kalo masuk nominasi. Khayalan tingkat tinggi! Satu bagian terakhir yang menjadi penutup dari semuanya, Festival Drama. Kita sempet ricuh juga ni di sini. Smpe akhirnya jadilah drama kita yang paling heboh di antara semuanya, pakek sewa kebayak segala lagi. HAhhahaa. Untung dapet juara 3, mungkin jurinya kasihan lihat kita yang udah dandan heboh tapi nggak menang! J Tapi, lagi-lagi kita merasa puas dengan smua itu, rasanya seneng, lega, gimana gitu. Capek memang harus bertahan dengan segala kekurangan yang kita miliki, kadang sempat terlintas “kelas lain enak, budaknyo biso diandalkan galo, sedangkan kito?” hahaha, terkadang yang sempurna bukan yang terbaik.

Dan aku yakin 100 % kelelahan itu nggak akan aku rasakan lagi di kelas yang baru ini. Gimana nggak, ketua kodrat ada di sini, wakilnya juga ada, ketua pasmala dan mantan pak lurah juga bagian dari IA4, pokonya aku merasa IA 4 ini lengkap deh. Lantas apa yang kurang? Kebersamaan! Tapi aku yakin seiring berjalannya waktu , kita pasti merasakan kebersamaan itu. Pada saat pph, FD, dan kegiatan lain yang menuntut kita untuk kompak. Oh ya, ada satu kegiatan nih yang membuktikan bahwa kita sudah kompak! Apakah ituuuu ?? Tidak lain tidak bukan adalah nonton bareng di kelas. Hahaha. Kalo Maya sudah bawa laptop plus kaset, mulai deh yang cewek duduk susun dencis di deket kursi Maya. Anak cowok yang ribut, pada kita marahin, menghayati banget nontonnya. Apa yang dihayati? Ya ceritanya dong! J Ada lagi nih, anak-anak cewek udah sempet beli spatu online. Tiap pelajaran buka situs shopping online truuuus. (nggak usah disebut nama situsnya ya). Hari demi hari nungguin tuh sepatu nyampe. Hhahahha. Oh ya, demi beli tuh sepatu kita sampe bela-belain hemat duit jajan. Pakek acara bawa bekal trus setiap harinya. Saling cicip sana sini dehJ Seru, kayak anak TK. Jujur aku merasa beruntung dijatohkan di kelas ini, rasa nyaman dan menyenangkan mulai ku dapatkan. Aku yakin rasa kebersamaan yang dulu aku dapatkan di sepuluh F, akan aku dapatkan juga di sini. Nanti kalo kita (IA 4) sudah punya banyak cerita seru insyaallah akan aku bagi di sini. Jadi, SUPERMAN + 4 CORET = :*

Senin, 04 Oktober 2010

Que Sera Sera

Satu buah lagu dari Jay Livingston dan Ray Evans (For Alfred Hitchcock’s 1956 re-make of his 1934 film “The Man Who Knew Too Much” starring Doris Day and James Stewart). Lagu yang menurut saya, punya arti yang dalem banget. Menjelaskan bahwa kita, tidak perlu susah payah memikirkan apa yang akan terjadi di masa depan. Karena semuanya sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Maka Que Sera, Sera, Yang Akan Terjadi, terjadilah. Eits, tapi bukan berarti kita tidap perlu berusaha ya. Maksudnya kita harus menjalani hidup ini seperti air yang mengalir. Life Must Go On !! J

Whatever Will Be, Will Be (Que Sera, Sera)

When I was just a little girl
I asked my mother what will I be
Will I be pretty
Will I be rich
Here's what she said to me

Que sera sera
Whatever will be will be
The future's not ours to see
Que sera sera

When I was just a child in school
I asked my teacher what should I try
Should I paint pictures
Should I sing songs
This was her wise reply

Que sera sera
Whatever will be will be
The future's not ours to see
Que sera sera

When I grew up and fell in love
I asked my sweetheart what lies ahead
Will there be rainbows day after day
Here's what my sweetheart said

Que sera sera
Whatever will be will be
The future's not ours to see
Que sera sera

What will be, will be
Que sera sera...


Biar lebih tahu makna lagu ini, kita lihat versi Indonesianya Yaa…

Apa Yang Akan Terjadi, Terjadilah . . .

Ketika aku hanya seorang gadis kecil

Aku bertanya pada ibuku akan jadi apa saya
Apakah saya akan cantik
Apakah saya menjadi kaya
Inilah yang dia katakan kepada saya

Que sera sera
Apapun yang akan terjadi, terjadilah
Masa depan tidak untuk kita lihat
Que sera sera

Ketika aku hanya seorang anak di sekolah
Aku bertanya pada guru saya, apa yang harus saya coba
Haruskah aku melukis gambar
Haruskah aku menyanyikan lagu-lagu
Berikut ini adalah jawabannya yang bijaksana

Que sera sera
Apapun akan terjadi, terjadilah
Masa depan tidak untuk kita lihat
Que sera sera

Ketika saya tumbuh dan jatuh cinta
Aku bertanya pada kekasihku apa yang ada di depan
Apakah akan ada pelangi di hari demi hari
Inilah yang dikatakan kekasihku

Que sera sera
Apapun akan terjadi, terjadilah
Masa depan tidak untuk lihat
Que sera sera

Apa yang akan terjadi, terjadilah
Que sera sera ...